Bidadari Syurga
Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut : "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka"
Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:"Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?" "Ya, benar, anak muda" kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:"Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga."
Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.
Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:"Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . ." Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: "Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: "Pergilah kepada Ainul Mardiyah." Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: "Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . ."
"Assalamu’alaikum" kataku bersalam kepada mereka. "Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?" Mereka menjawab salamku dan berkata: "Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu" Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.
Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: "Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . ..."
Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: "Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu." Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: "Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama".
Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).
Label: The ReaL Hero
Saat kita browsing atau jalan-jalan di internet, sering kita melihat file gambar animasi yang lucu-lucu dan menarik. Tapi pas kita klik kanan pada file tersebut dengan tujuan untuk menyimpannya, tak ada pilihan Save As, karena ternyata file tersebut dibuat dalam format Shockwave Flash dengan menggunakan Program Macromedia Flash .
Anda tidak usah khawatir ada tips sederhana dimana anda bisa menyimpan File Flash tadi ke dalam hardisk anda sebagai koleksi untuk dilihat lagi waktu anda offline. Saya merujuk pada sumber yang terdapat http://www.tasikisme.com/ namun saya sedikit tambahkan tutorial gambarnya. Caranya :
Untuk Pengguna Internet Explorer :
- Klik Tools – Internet Options
- Pada tab General, klik tombol Setting yang terdapat di Temporary Internet Files groups
- Klik View Files to open your Temporary Internet Files Foldes
- Klik View – Detail. Sekarang Klik View Arangge Icon By - Internet Address. Berdasarkan website yang kita kunjungi mungkin akan ada beberapa file Flash di bawah Internet Address.
- Cari files Flash yang ingin kamu simpan, setelah ketemu lalu Klik Kanan – Copy, kemudian paste file .swf tadi ke folder yang kamu inginkan, misalnya ke My Document.
Untuk Pengguna Firefox!
1. Klik Tools - Info
2. kemudian klik media Tab pada page info


Cara-cara diatas hanya bisa dilakukan bila Cache Files di internet browser kita belum di hapus/ di cleared. Dan jangan menutup Internet Browser/ halaman website sebelum file Flash yang ingin kamu simpan selesai di Save.
Label: Elektronik Shout out
Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Allahu rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkanlah untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
Dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Aamiin ……
Label: Pelajaran Hidup
Kita sering memakai Flash Disk untuk menyimpan file yang kita anggap penting. Makanya, sama halnya dengan handphone, Flash Disk bukan lagi barang asing yang jarang kita temui, hampir setiap orang punya. Namun setiap barang elektronik pasti ada rusaknya, macet atau ngadat, begitu juga dengan Flash Disk.
Kasus yang sering ditemui misalnya saat kita mau safety Flash Disk kita, tapi suka error. Berikut beberapa solusi yang mungkin bisa berguna...
1. Manfaatkan 'Task Manager'
Seringkali ketika akan dilepas dari komputer, terdapat pernyataan USB Flash Drive gak aman buat dicopot. Jika Anda sudah menutup semua program dan USB Flash Drive tetap ngadat tak mau dilepaskan, cobalah memakai aplikasi 'Task Manager'.
Tekan 'Ctrl-Alt-Delete secara bersamaan untuk memunculkan 'Task Manager' di Windows XP. Kemudian klik tab 'Processes'. Setelah itu, periksalah detail proses-proses komputasi yang sedang terjadi. Jika terdapat proses yang kira-kira berasal dari USB Flash Drive , pilihlah proses tersebut kemudian tekan 'end process'. Kemudian, cobalah untuk kembali melepaskan USB Flash Drive .
2. Alternatif Lain
Namun jika dengan cara di atas USB Flash Drive tetap dinyatakan tak aman dilepas, ada 2 pilihan yang bisa diambil yaitu:
* Matikan komputer kemudian cabut USB Flash Drive tersebut.
* Atau Anda bisa menempuh risiko dengan langsung saja mencabut USB Flash Drive . Langkah ini dinilai tak menimbulkan masalah jika USB Flash Drive dicopot saat seluruh programnya telah ditutup. Namun tiada jaminan Flash Drive Anda aman dengan cara ini.
3. Pakai Software 'USB Safely Remove'
Anda juga bisa mencoba versi trial software bernama USB Safely Remove. Software ini gunanya untuk menganalisis penyebab USB Flash Drive tak mau dilepas, kemudian menunjukkan solusinya. Hanya saja jika Anda ingin memiliki software ini secara permanen, Anda harus beli karena tidak gratis.
Label: Elektronik Shout out
Khalid bin Walid radhiallahu 'anhu
" ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin" demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.
Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Bani Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.
Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka'bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka'bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.
Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka'bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju ke depan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, "Oh, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu".
Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani di mata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.
Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-'an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.
Ucapan yang terus terang ini memberikan harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan segera masuk Islam. Tetapi impian dan harapan ini tak pernah menjadi kenyataan. Kebanggaan atas diri sendiri membendung bisikan-bisikan hati nuraninya. Dia takut kehilangan kedudukannya sebagai pemimpin bangsa Quraisy. Kesangsian ini menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan hati nuraninya. Sayang sekali orang yang begini baik, akhirnya mati sebagai orang yang bukan Islam.
Suku Bani Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Bani Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.
Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Bani Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzum lah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.
Latihan Pertama
Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Thaif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.
Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.
Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.
Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang di mata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya di dalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya ke dalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.
Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.
Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.
Menentang ISLAM
Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajar dan seirama dengan kehendak alam.
Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.
Peristiwa UHUD
Kekalahan kaum Quraisy di dalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng di muka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.
Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.
Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Di bukit Uhud masih ada suatu tanah genting, di mana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.
Khalid bin Walid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahan-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.
Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.
Kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.
Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.
Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.
Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam di pusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.
Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.
Hanya pahlawan Khalid lah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.
Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun ternyata kematianya di atas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid harapan untuk mati sahid di medan perang ternyata tidak tercapai dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemauan-Nya.
Label: The ReaL Hero
Pendaftaran Workshop Robotika 2008 untuk Siswa- siswi SMA/SMK Se-Jawa Tengah
0 komentar Diposting oleh Richard Amri di 14.13Semakin pesatnya perkembangan IPTEK di era globalisasi seperti sekarang ini menuntut pihak akademik berperan aktif dalam memajukan kehidupan Bangsa Indonesia terutama dalam hal pengembangan IPTEK itu sendiri. Untuk itu, kami Himpunan Mahasiswa Profesi Teknik Elektro UNNES periode 2008 khususnya Departemen Penelitian & Penalaran dan Departemen Pengembangan Organisasi & SDM mewakili pihak jurusan berusaha turut serta secara nyata melalui kegiatan Workshop Robotika tingkat SMA/SMK se-Jawa Tengah.
Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa peserta Workshop dapat diarahkan untuk dapat menyalurkan potensi dan kreatifitas dalam usaha pengembangan IPTEK khususnya teknologi Robotika di kalangan SMA/SMK se-Jawa Tengah, selain itu juga dalam rangka pemenuhan SDM masyarakat Indonesia yang inovatif dan produktif.
Dalam kegiatan ini diharapkan Siswa Sma/SMK dapat mengembangkan daya kreatifitas mereka dalam menjadi generasi penerus bangsa. Disamping itu agar dapat menciptakan suatu terobosan teknologi Robotika yang baru dan berguna bagi bangsa dan negara khususnya di bidang Teknologi Robotika. Output dari kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi generasi muda untuk mengembangkan Teknologi Robotika.
Nama Kegiatan : Workshop Robotika 2008
Bentuk Kegiatan : Seminar dan Pelatihan Robot
Sasaran : Siswa- siswi SMA/SMK Se-Jawa Tengah
Pelaksanaan : Sabtu-Minggu, 26-27 April 2008
Tempat : Gd. E8 Lt. 1 (ruang 101) Jur. Teknik Elektro FT UNNES
Kampus Sekaran Gunung Pati, Semarang 50229
Kontribusi : Rp 50.000,-
Pembayaran : * Langsung ke Sekretariat Himpro TE UNNES, Gd. PKM FT Unnes Kampus Sekaran Gunung Pati Semarang 50229
* atau transfer ke Rekening BPD a.n Marwanto No. rekening 2-034-30037-9
Pendaftaran : Sekretariat Himpro TE UNNES, Gd. PKM FT Unnes Kampus Sekaran Gunung Pati Semarang 50229. Via email robotik@himprote-unnes.com
Pendaftaran paling lambat tanggal 23 April 2008.
Contact Person : Marwanto (08156566847)
Safudin (085865310612)
Rohman (085640501490)
Label: Info Electric
Hitung Tagihan Listrik, Update Tiap Hari
Penghitungan Biaya Penggunaan Listrik Memakai KWH Meter Sederhana tapi aplikatif. Konsep inilah yang diangkat dalam karya cipta dua pelajar Albert Halim dan Satria Arief Budi. Mereka berhasil menciptakan sebuah alat yang diberi nama KWH Meter... Alat ini terilhami cara konvensional PLN saat mengecek penggunaan listrik pada pelanggan. "Baru dari hasil pengecekan dihitung berapa tagihan listriknya. Ini kurang praktis," ucap Albert. Seharusnya ada alat yang bisa menghitung langsung berapa tagihan listrik. Kalau bisa selalu update.Dengan KWH Meter, tidak perlu lagi ada petugas keliling. Data penggunaan listrik bisa otomatis dikirim dan langsung dihitung. Cara kerja alat ini simpel. Data dari penghitung KWH mekanik yang dipasang PLN di tiap rumah dikonversi terlebih dahulu ke data digital. "Alat konversinya kami sebut versi pertama KWH Meter," ucap Albert.Dari versi pertama, baru dikembangkan dengan menambah kemampuan pengiriman data analog yang sudah dikonversi digital ke server. Pengiriman dilakukan melalui kabel serial. Di server, data digital diolah dan dihitung tagihannya. Perhitungan tagihan juga sudah disesuaikan dengan standar PLN. Akurasinya dijamin 100 persen.Awalnya, kedua pelajar ini berencana memproses data KWH secara real time. Artinya, tiap sepersekian detik, data penggunaan listrik akan dikirim dan dihitung berapa tagihannya. Namun hal itu tidak mungkin dilakukan."Bayangkan berapa pengguna listrik di Surabaya? Bisa-bisa server komputer tidak mampu melayani banyaknya kiriman data yang masuk," jelas Albert. Untuk itu, kemudian mereka mengambil solusi dengan cara melakukan scheduling pengiriman data. Contoh pada satu pengguna. Data akan dikirim tepat pukul 12 malam. Pengguna lainnya lima menit setelahnya. Dengan solusi tersebut, server akan melayani permintaan secara bergantian sehingga kecil kemungkinan untuk drop dan pengguna pun tetap bisa mengupdate tagihan listrik tiap hari.Kendala terbesar pembuatan alat ini ada pada penghitungan KWH yang biasa di pasang di rumah pelanggan. "Alat itu tidak dijual secara umum. Hanya PLN yang punya," kata Albert. Beruntung, mereka akhirnya berhasil mendapatkan KWH Meter yang diinginkan.Kesulitan lain yang dihadapi ada pada proses pengiriman data. "Cukup sulit, karena kami baru pertama kali," jelas Albert. Harapannya, semoga alat ini bisa diaplikasikan dan menambah efisiensi kerja PLN.
Oleh Albert Halim, Pelajar SMA Petra 2 Surabaya Satria Arief Budi, Mahasiswa Teknik Mesin UK Petra
Label: Artikel Kelistrikan
Dead cell phone inspired researcher’s innovation
Davide Castelvecchi, American Institute of PhysicsNovember 14, 2006
Recharging your laptop computer, your cell phone and a variety of other gadgets may one day be as convenient as surfing the web–wirelessly.
Marin Soljacic, an assistant professor in MIT’s Department of Physics and Research Laboratory of Electronics, will describe his and his MIT colleagues’ research on that wireless future on Tuesday, Nov. 14 at the American Institute of Physics Industrial Physics Forum in San Francisco.
Like many of us, Soljacic (pronounced Soul-ya-CHEECH) often forgets to recharge his cell phone, and when it is about to die it emits an unpleasant noise. “Needless to say, this always happens in the middle of the night,” he said. “So, one night, at 3 a.m., it occurred to me: Wouldn’t it be great if this thing charged itself?” He began to wonder if any of the physics principles he knew of could turn into new ways of transmitting energy.
After all, scientists and engineers have known for nearly two centuries that transferring electric power does not require wires to be in physical contact. Electric motors and power transformers contain coils that transmit energy to each other by the phenomenon of electromagnetic induction. A current running in an emitting coil induces another current in a receiving coil; the two coils are in close proximity, but they do not touch.
Later, scientists discovered electromagnetic radiation in the form of radio waves, and they showed that another form of it–light–is how we get energy from the sun. But transferring energy from one point to another through ordinary electromagnetic radiation is typically very inefficient: The waves tend to spread in all directions, so most of the energy is lost to the environment.
Soljacic realized that the close-range induction taking place inside a transformer–or something similar to it–could potentially transfer energy over longer distances, say, from one end of a room to the other. Instead of irradiating the environment with electromagnetic waves, a power transmitter would fill the space around it with a “non-radiative” electromagnetic field. Energy would only be picked up by gadgets specially designed to “resonate” with the field. Most of the energy not picked up by a receiver would be reabsorbed by the emitter.
In his talk, Soljacic will explain the physics of non-radiative energy transfer and the possible design of wireless-power systems.
While rooted in well-known laws of physics, non-radiative energy transfer is a novel application no one seems to have pursued before. “It certainly was not clear or obvious to us in the beginning how well it could actually work, given the constraints of available materials, extraneous environmental objects, and so on. It was even less clear to us which designs would work best,” Soljacic said. He and his colleagues tackled the problem through theoretical calculations and computer simulations.
With the resulting designs, non-radiative wireless power would have limited range, and the range would be shorter for smaller-size receivers. But the team calculates that an object the size of a laptop could be recharged within a few meters of the power source. Placing one source in each room could provide coverage throughout your home.
Soljacic is looking forward to a future when laptops and cell phones might never need any wires at all. Wireless, he said, could also power other household gadgets that are now becoming more common. “At home, I have one of those robotic vacuum cleaners that cleans your floors automatically,” he said. “It does a fantastic job but, after it cleans one or two rooms, the battery dies.” In addition to consumer electronics, wireless energy could find industrial applications powering, for example, freely roaming robots within a factory pavilion.
Soljacic’s colleagues in the work are Aristeidis Karalis, a graduate student in the Department of Electrical Engineering and Computer Science, and John Joannopoulos, the Francis Wright Davis Professor of Physics. Both are also affiliated with the Research Laboratory of Electronics. The work is funded in part by the Materials Research Science and Engineering Center program of the National Science Foundation.
Label: Artikel Kelistrikan

